The Arya's Sister ; Larasati & Nusandari

About Me

My Photo
Ketut Suarma
Vancouver, British Columbia, Canada
Music Lover
View my complete profile

4/07/2009

Orang Bali Belajar Musik Bali Di Luar Negeri


Alasan bule datang ke Bali sudah tentu mau menikmati alam dan budaya Bali yang begitu indah dan menarik klopun Bali saat ini tidak seindah dan semenarik dulu lagi, ada juga yang mau menghabiskan waktunya untuk sekedar hura2 di Kuta. yang lebih menarik mereka sengaja datang untuk belajar lebih dekat tentang budaya Bali, baik itu adat istiadat, bahasa, tarian dan musik Bali (Gamelan). Sudah tidak asing lagi di telinga kita jika mendengar bule datang ke Bali untuk belajar megamel (musik Bali) atau belajar tari Bali. janganlah heran klo saat ini melihat bule pawai memainkan musik Bali, bahkan beberapa dari mereka sudah menjadi guru musik Bali di beberapa university ternama di luar negeri.

Namun suatu saat hati saya tergelitik ketika melihat orang Bali baru mulai belajar dasar musik Bali di Amerika Utara (tepatnya tidak saya sebutkan), belajarnya dari bule lagi. Hampir saya tidak percaya dg apa yg saya saksikan di depan mata, tapi ini benar2 nyata.

Suatu kesempatan sengaja saya undang dia utk makan siang dan ngopi bersama di Starbuck, disana kita habiskan waktu sejam lebih buat ngobrol sana-sini. kesempatan emas bagi saya utk ngorek keterangan mengapa dia baru belajar megamel, diluar negeri lagi. jawabannya sepele saja, karena masa teenagernya dia habiskan dg kepura-puraan dari pergaulan yg tidak sehat.
Dia bilang, hampir semua teman2 dekatnya saat itu menggandrungi musik metal semacam Spultura, Messacre, Metalica dll. Pun dia harus kompak dg teman2nya menggondrong rambut dan disemir pirang, kuping dan hidung ditusuk, brand new jeans mesti dirobek-robek dulu sebelum dipake biar kelihatan cool. hampir setiap week-end mereka ngumpul di Radio Yuda dimana bisa ketemu sama teman2 seluruh Bali yg sealiran.

Saat saya tanya lagi mengapa sekarang menggandrungi musik Bali ?, dg rada malu2 dia jawab ; ya...itu masa suramku dulu saat saya harus bertekuk lutut dikaki teman2 seangkatan, hidup saya penuh kepura-puraan, saya benar2 menentang nurani saat itu agar kelihatan cool di masyarakat. kadang saya swear ke tetangga yg sedang asyik2nya memutar musik gamelan Bali, gila ngak itu?

Dia lanjut bercerita ; setelah imigrasi kesini mata dan hati saya terbuka lebar2, dan hati saya pun menjadi plong karena saya bs bebas memilih apa yg saya mau tanpa ada rasa kekwatiran akan dikucilkan teman2. Saat di Bali saya sama sekali tdk dapat kesempatan utk belajar musik Bali kerena keadaan itu, padahal alat musiknya di depan mata. sekarang disini saya harus mulai belajar dari nol. Thanks God saya sudah bs menguasai beberapa alat musik Bali dan sebuah tari.

hi...hi...h..., sedih ya dengarnya.

Dari kisah nyata teman diatas, kira2 hikmah apa yang bs kita renungi dan pelajari.
Apa pendapat anda ????

10/01/2008

Musik itu indah dan damai

Bisa dibayangkan bagaimana dunia ini tanpa musik.
orang mengatakan musik adalah Pelajaran Ilmu Pasti, Matematika, Sejarah, Bahasa Asing dan Seni.

Disebut Ilmu Pasti ; karena didalam musik terdapat tangga nada, melody, harmony, frequensi serta tekanan nada dimana semuanya itu harus dilakukan dengan pengaturan waktu yang pasti, tepat dan akurat.

Matematika ; irama yang terkandung dalam musik terdiri dari pecahan-pecahan kecil, dimana pemusik harus mampu mengerti dan menyelesaikan hitung-hitungannya pada saat musik dimainkan.

Sejarah ; musik biasanya mencerminkan keadaan sekelilingnya, sejarah waktu penciptaannya, serta dipenuhi makna kebangsaan


Bahasa Asing ; secara tidak langsung musik membuat kita untuk mengerti bahasa orang lain tergantung musik bangsa/daerah mana yang disukai. seperti contoh yg dekat2 saja, terkadang ada orang Bali yg fasih bahasa jawa karena senang dan sering mendengarkan lagu jawa, begitu juga sebaliknya. ada juga orang yg tidak pernah less bahasa inggris bisa lancar bahasa inggris karena menggandrungi musik barat.

Seni ; dimana sebenarnya seni merupakan yg paling difinisikan dari musik, karena seni tempat penumpahan perasaan dan emosi bagi makluk di alam ini. bukan hanya manusia, hampir semua ciptaan Tuhan yg ada di alam ini termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan. sebagai contoh burung, mereka akan bernyanyi saat bahagia atau saat kehilangan sanak family. katak, mereka akan ngeband bersama disaat musim hujan sebagai wujud terimakasih mereka pada Tuhan karena telah memberikan air yg mereka butuhkan. tumbuhan, disaat udara menghembus irama desiran mereka bagaikan alunan irama band spultura yag sedang manggung.

Begitu universalnya musik itu. musik tidak pernah pilih kasih, kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun musik itu selalu ada dan selalu ada. musik akan jadi penghibur manakala kita sedang bersedih, saat bahagiapun kita bisa tuangkan dalam musik, termasuk saat kita bangga, kebanggaan itu bisa dituangkan dalam musik seperti lagu-lagu nasional kita yg hampir semuanya mengandung makna kebanggaan karena pejuang kita telah memerdekakan bangsa ini. musik juga membuat kita bermasyarakat dan berkumpul bersama, seperti saat pertunjukan2 musik, kita dibuatnya kumpul bersama.

Namun mengapa ada saja segelintir orang yg mensalah-artikan dan menyalahgunakan makna musik tersebut, kadang musik digunakan untuk kepentingan pribadi, fanatisme dan egoisme. sebagai contoh si A yg berambut gondrong dg anting2 di telinga, bibir dan( entah dibagian tubuh yg mana lagi), terlahir dan dibesarkan di kampung dan jarang bepergian ke kota apalagi yg namanya luar negeri. penampilannya metal tapi jiwanya yg meragukan entah metal atau (mental). suatu saat si A berkunjung ke rumah si B di Bali (yang guru musik Bali disebuah universty ternama di eropa sono) yg kebetulan saat itu sedang nyetel musik Bali. tebak apa yg terjadi, dg angkuhnya si A menjudge si B adalah kampungan, ngendeso (entah apalagi bahasa kerennya sekarang). gila nggak dunia ini ? (mestinya si A eling....eling.....). orang Eropa dan Amerika aja bisa menghargai musik timur, knapa justru kita sendri yg ugal-ugalan terhadap musik sendiri. kapan melestarikannya wong menghargai musik warisan nenek moyang sendiri saja ngak becus. kali kita harus sering2 ngaca biar tau sosok diri sendiri yg sebenarnya. kalo ngak suka musik daerah ya ngak apa-apalah tapi paling tidak toleransilah terhadap musik lain, jangan menjadi manusia fanatik dan egois, itu akan merusak indah dan damainya kita bermasyarakat dan kebersamaan.

Musik itu indah lho, bayangkan terdapat beraneka warna musik di dunia ini ada yg merah, kuning, hjau (trafic light kali ha..ha..), maksudnya warna/jenis musik itu ada yg klasik, jazz, pop, rock, metal dsb dsb, yg kalo disatukan pasti akan menjadi indah sekali seperti bunga-bunga di taman sari sana. bisa dibayangkan sebuah taman sari besar hanya terdapat bunga warna hijau, kan bosan lihatnya. juga lihat katak-katak itu, mereka saja bisa bersatu bersama-sama bernyanyi saat musim hujan, knapa kita manusia yg dikaruniai lebih oleh Tuhan justru ngak bisa menyatu. mending jadi buaya aja biar bisa saling gigit dan sikat antar sesama.

Dengan musik yg universal itu marilah bersatu, toleran, saling menhargai, mencintai serta menyayangi antar sesama hidup. mari kita ciptakan hidup damai dan indah itu

music Video

Loading...

World Clocks

Live Weather